Heaven-born, the soul a heavenward course must hold; beyond the world she soars; the wise man, I affirm, can find no rest in that which perishes, nor will he lend his heart to aught that doth on time depend. (Michelangelo Buonarroti, 1474-1564)


RECOMMENDED

ads ads ads ads

Bikin Telur Dadar, Malah Jari ke Iris. Malang bener

Update Pic. 08 Mei 2009

Hufhhh…..malam ini benar-benar malam yang naas Puyeng. Ceritanya gini.. Pas pulang toko sekitar jam 9 malam, perut udah keroncongan..segera sy ambil 2 butir telur ayam negri dari kulkas.
Tak hanya telur ayam, sosis yang biasa di makan keponakan pun saya sikat. hehehehe
Telur sy kocok dadar dalam sebuah mangkok. Mulanya sosis sy potong menggunakan pisau dapur kecil. Dirasa kurang bertenaga pada pisaunya, sy ambil pisau daging yang lumayan besar.
Sy pun mempraktekkan cara potong ala chief hotel bintang 5 Ngelamun.
Alhasil karena sudah terlalu bersemagat bukan hanya sosis saja yang terpotong . Telunjuk tangan kiri pun ikut terpotong.

“Grekkkk….” begitu bunyinya ketika mata pisau tersebut menembus daging lalu melewati kuku. Wawww….sakitnya minta ampun…
Wajah sy pucat Sampai-sampai sosis yang tadi sy potong berlumuran darah segar.

Untuk saja ada suter ponakan saya lihat. Dia ambil kapas dan betadin… Embarrassed

Sampai malam ini telunjuk “nyut-nyutan” .
Ngetik ajah gak pakai telunjuk kiri.

yang kena bisul juga pernah disini

For Pic :
Gambar di potret menggunakan HP O2 Zinc. Agak jelek soalnya gak punya fungsi makro.

luka teriris

 

luka teriris

 

luka teriris

 

Buat yang lagi makan mending jangan diliat. Agak DP.

 

 

No Response to “Bikin Telur Dadar, Malah Jari ke Iris. Malang bener” »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

CommentLuv Enabled

e-storage plus Wordpress Theme